UA-47836657-1
^
kembali ke atas

Untuk pemesanan Java Herbal Pill dan produk kami lainnya silahkan hubungi Customer Service kami:

Agung

+62 838 2099 6929 (Telepon, SMS dan Whatsapp)

 

Menu
Artikel
Recent Artikel

Obat HIV

Obat HIV dari Indonesia, terbukti menurunkan jumla...selengkapnya

Jual Obat HIV/ AIDS Jakarta

Menjual Obat HIV/ AIDS Java Herbal Pil untuk daera...selengkapnya

Pengobatan Herbal

Pengobatan Herbal Asli Indonesia...selengkapnya

Obat HIV AIDS Ditemukan

Akhir dari epidemi HIV, Obat HIV AIDS telah ditemu...selengkapnya

  • Banner 1
  • Banner 2

SELAMAT DATANG DI WWW.JAMU.BIZ

OBAT HIV HERBAL UNTUK HIV & AIDS

Gejala-gejala HIV

Tanda-tanda orang yang terinfeksi HIV

Gejala-gejala HIV

Gejala-Gejala HIV dapat terlihat dalam dua sampai tiga bulan setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh manusia, 30-80 persen penderitanya mengalami sejumlah gejala umum yang disebut dengan ARS Acute Retroviral Syndrome. Menurut Michael Horberg sang paker HIV, terkadang pada beberapa kasus gejala-gejala itu tak tampak dalam beberapa tahun, bahkan ada yang sampai sepuluh tahun setelah terinfeksi HIV.

Berikut adalah beberapa gejala-gejala yang yang menunjukkan seseorang mungkin telah terinfeksi HIV

Kelelahan, Gejala lain dari Acute Retroviral Syndrome adalah seseorang mulai merasa cepat lelah dan lesu yang sangat akut, hal ini terjadi karena kekebalan tubuh seseorang mulai terserang oleh virus HIV.

Demam. Salah satu gejala yang paling umum dari Acute Retroviral Syndrome adalah demam ringan, demam ini biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan. Pada tahap ini virus HIV telah masuk ke aliran darah dan mulai mengganda dalam jumlah yang relatif besar.

Sakit tenggorokan dan sakit kepala. Sakit pada tenggorokan dan sakit kepala yang berkepajangan bisa jadi gejala seseorang terinfeksi HIV, namun untuk memastikan bahwa seseorang memang benar-benar terinfeksi HIV adalah dengan tes laboratorium.

Nyeri otot dan sendi. Acute Retroviral Syndrome terkadang mempunyai gejala-gejala yang sama dengan gejala flu, sifilis atau hepatitis, gejala-gejala nya memang mirip yakni nyeri pada otot dan persendian dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di ketiak, leher dan pangkal paha.

Mual, muntah dan diare. Sebagian besar penderita HIV mengalami gejala-gejala ini. Penderita HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun pada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat tidak mengalami gejala-gejala ini walaupun telah terinfeksi HIV.

Ruam pada kulit. Gejala ini biasanya datang pada saat seseorang terinfeksi HIV namun dalam beberapa kasus tanda ini muncul belakangan. Bentuknya bisa berupa tanda gatal warna merah muda/ pink pada beberapa bagian tubuh bisa juga berbentuk bisul.

Berat badan menurun. Jika seseorang mulai kehilangan berat badan yang drastic dalam jangka waktu yang singkat maka itu tanda dari sistem kekebalan tubuh yang mulai terserang HIV. Menurut dr. Malvestutto seorang pakar kesehatan mengatakan bahwa gejala umum penderita HIV adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

Batuk kering, Jika seseorang mengalami batuk kering yang berlangsung selama satu tahun lebih dan keadaannya semakin parah dan telah mengguakan berbagai obat batuk namun tidak sembuh-sembuh maka patut diwaspadai orang tersebut bisa saja terserang HIV.

Pneumonia, Batuk dan berat badan yang menurun adalah pertanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh seseorang dalam keadaan baik. Tapi efek infeksi dari setiap orang memang berbeda-beda.

Berkeringat saat Malam hari, Sebagian penderita HIV mengaku sering berkeringat saat malam hari, gejala ini biasanya muncul pada tahap awal infeksi, keringat yang berlebihan pada malam hari terjadi walaupun tidak berolahraga.

Perubahan pada kuku, Tanda seseorang terinfeksi HIV adalah adanya perubahan pada kuku, kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung, bahkan pada beberapa penderita kuku mereka berubah menjadi agak kehitaman dengan garis coklat vertical maupun horizontal di permukaan kukunya.

Infeksi pada mulut, pertanda lain bahwa seseorang terkena HIV adalah dengan adanya infeksi pada daerah sekitar mulut yang disebabkan oleh jamur, infeksi ini membuat penderitanya susah menelan disaat makan.

Sulit Berkonsentrasi, gejala ini biasanya muncul setelah seseorang terinfeksi HIV cukup lama, selain susah berkonsentrasi penderita HIV juga biasanya mudah marah dan mudah tersinggung dan juga sulit melakukan kegiatan yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

Menstruasi tidak teratur, Pada wanita yang terinfeksi HIV dapat membuat siklus menstruasi tidak teratur, hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Kesemutan, pada penderita HIV pada stadium akhir umumnya sering mengalami kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki, hal ini terjadi karena syaraf sudah banyak yang rusak.

Herpes, Herpes di mulut dan bagian genital bisa jadi pertanda Acute Retroviral Syndrome dan stadium akhir pada HIV.

 

Menurut WHO tahap infeksi HIV sampai menjadi AIDS terdiri dari empat tahap, yaitu:

Tahap 1 (Stadium 1), disebut juga dengan infeksi HIV asimfomatik belum/ tidak dikategorikan sebagai AIDS, pada tahap ini pengidap HIV masih terlihat normal, pada tahap awal ini banyak sekali yang tidak sadar bahwa dirinya telah terinfeksi HIV.

Tahap 2 (Stadium 2), Adanya infeksi-infeksi disertai radang saluran pernafasan bagian atas yang berulang-ulang dan tidak sembuh-sembuh

Tahap 3 (Stadium 3), Ditandai dengan adanya gejala infeksi primer, termasuk diantaranya demam, nyeri otot, adanya ruam di kulit, diare kronik, jamur dimulut dan TBC.

Tahap 4 (Stadium 4), Stadium ini disebut AIDS, secara fisik ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar limfe dan selanjutnya muncul beberapa infeksi oportunistik yang biasanya meliputi toksoplasmosis pada otak, kandidiasis pada saluran tenggorokan, saluran pernapasan dan salluran batang paru-paru.

  • agungnugroho1610@gmail.com

  • +62 838 2099 6929

Data Bank

  • 83 200 63 109
    a/n: AGUNG NUGROHO

  • 900 00 22 36 36 01
    a/n: AGUNG NUGROHO
  • free shipping
  • Banner 1
  • Banner 2