UA-47836657-1
^
kembali ke atas

Untuk pemesanan Java Herbal Pill dan produk kami lainnya silahkan hubungi Customer Service kami:

Agung

+62 838 2099 6929 (Telepon, SMS dan Whatsapp)

 

Menu
Artikel
Recent Artikel

Obat HIV

Obat HIV dari Indonesia, terbukti menurunkan jumla...selengkapnya

Jual Obat HIV/ AIDS Jakarta

Menjual Obat HIV/ AIDS Java Herbal Pil untuk daera...selengkapnya

Pengobatan Herbal

Pengobatan Herbal Asli Indonesia...selengkapnya

Obat HIV AIDS Ditemukan

Akhir dari epidemi HIV, Obat HIV AIDS telah ditemu...selengkapnya

  • Banner 1
  • Banner 2

SELAMAT DATANG DI WWW.JAMU.BIZ

OBAT HIV HERBAL UNTUK HIV & AIDS

Pengaruh Emosi Terhadap Jumlah CD 4 Dalam Tubuh

CD4 dan HIV

Pengaruh Emosi Terhadap Kandungan Sel Darah Putih (CD4) Dalam Tubuh

Sel darah dalam tubuh manusia berfungsi sistem pertahanan/ kekebalan tubuh, tak heran jika seseorang terserang penyakit yang melakukan perlawanan terlebih dahulu adalah sel darah putih ini, dalam bahasa ilmiah sel darah putih dikenal dengan nama leukosit. Jumlah sel darah putih pada orang normal dewasa berkisar antara 4000 sampai 10000 sel tiap mm3

Banyak faktor yang biasa menyebabkan kuantitas sel darah putih (CD4) berubah, diantaranya:

 Salah satu yang popular adalah gangguan “kanker darah”. Kanker darah atau biasa disebut leukemia adalah kondisi dimana sel darah putih membelah tidak normal (tidak sesuai deret hitung) sehingga jumlahnya diatas kedaan normal, akibatnya sel darah putih bisa merusak sel darah lainnya seperti sel darah merah.

Faktor lainnya adalah, para peneliti dari University dari Birmingham mengungkapkan bahwa mereka mengatakan kondisi psikologis seseorang dalam keadaan tertekan atau emosi tidak terkendali, depresi bisa menurunkan kekebalan fisik seseorang dan dapat menyebabkan meningkatnya resiko mengalami infeksi yang mengancam nyawa. Karena tekanan emosional yang dialami akan menyebabkan menurunnya efisiensi sel-sel darah putih dalam melawan infeksi, peran obat-obatan juga dapat terkuras akibat stress yang terus menerus/ berkepanjangan.

Sebuah penelitian yang didanai oleh The Dunhill Medical Test ini juga menjelaskan mengapa pasangan yang memiliki pernikahan yang bahagia bisa saja meninggal dalam jangka waktu yang relatif singkat ada banyak anekdot tentang pasangan yang sudah menikah selama 40 tahun, dan ketika salah satu dari mereka meninggal yang lain akan menyusul beberapa hari kemudian ujar Professor Janet Lord yang memimpin penelitian ini, ia menduga ada dasar biologis mengenai kecenderungan tersebut. Namun yang jelas kematian yang terjadi bukan disebabkan karena patah hati itu sendiri, melainkan karena merusak sistem kekebalan tubuh. Tim dari University of Birmingham juga mendapati bahwa orang yang patah hati kemungkinan besar akan mengalami depresi dan gejala-gejala kegelisahan. Bagi Lord yang paling penting hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain Behaviour and Immunity ini menunjukkan bahwa kehilangan seseorang memiliki pengaruh fisiologis pada tubuh, sehingga orang tersebut harus mendapat support dari orang-orang disekitarnya , bukan hanya untuk menghilangkan sumber kesedihannya tersebut.     

Banyak bukti lain bahwa keadaan psikologis yang tidak normal dapat membuat kondisi tubuh tidak fit, dalam keadaan tertekan misalnya keadaan fisik tidak terlalu bugar seseorang yang mengalami tekanan emosional negatif yang kuat dapat menurunkan komposisi sel darah putih, ini yang membuat kondisi fisik juga menurun.

CD 4 dan HIV

Selanjutnya menurut penelitian dr. Yanni Nuraini “pada pasien yang terserang HIV (Human Immunodeficiency Virus) dimana virus ini mengkhususkan kelasnya hanya untuk menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, amatlah penting pasien tersebut memperoleh terapi kejiwaan selain obat-obatan untuk penyakit HIV nya hal tersebut dikarenakan sebaik apapun obat-obatan jika tidak disertai dengan kesadaran penuh akan pentingnya brain behavior (kebiasaan berpikir seseorang) maka kinerja obat tersebut tidak akan sebaikyang diharapkan.

Oleh sebab itu sangatlah penting bagi keluarga pasien HIV untuk berhati-hati dalam memberikan berita-berita yang tidak membantu kesembuhan dan bisa menambah beban pikiran orang yang terkena HIV. Peranan keluarga dan orang-orang terdekat dari pasien HIV sangatlah penting, keluarga dan orang-orang terdekat pasien HIV harus terus memberi semangat hidup.

 

Kesimpulan dari tulisan diatas adalah Professor Janet Lord dari University of Birmingham menjelaskan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat mematikan seseorang tanpa perlu terinfeksi HIV atau terkena penyakit ganas lainnya karena stres dan kebiasaan berpikir yang buruk akan menurunkan jumlah CD4 dalam tubuh, oleh sebab itu harus dibiasakan pola pola berpikir yang positif.

  • agungnugroho1610@gmail.com

  • +62 838 2099 6929

Data Bank

  • 83 200 63 109
    a/n: AGUNG NUGROHO

  • 900 00 22 36 36 01
    a/n: AGUNG NUGROHO
  • free shipping
  • Banner 1
  • Banner 2